Selasa, 12 Maret 2013

HASDUK BERPOLA : NASIONALISME & PATRIOTISME Kembali Ke Layar Lebar INDONESIA

"Tentang seorang anak yang mengibarkan sebuah janji kebangsaan."


Hasduk berpola adalah sebuah judul dari film layar lebar ke-2 karya Sutradara Haris Nizam yang juga telah menyutradarai film "Surat Kecil untuk Tuhan" pada tahun 2011. Kisah dalam film Hasduk berpola sendiri sebenarnya berdasarkan dari sebuah cerita pendek karya Bagas G. Bawono. Hal yang menarik dari film ini adalah tema Nasionalisme dan Patriotisme yang diangkat bersamaan dengan Gerakan Pramuka yang sudah sangat hangat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Tak lupa jajaran nama pemain yang sudah tidak asing lagi seperti Idris Sardi, Iga Mawarni, Petra Sihombing, Alisia Rininta, Calvin Jeremy dan Niniek L. Karim. 


"Bukti cinta seorang cucu pada kakeknya, akan membawa kepada sebuah peristiwa kebangsaan"

 SINOPSIS :   Film ini menceritakan tentang seorang anak berusia 12 tahun Budi yang tertantang untuk mengalahkan saingannya Kemal, yang aktif dalam kegiatan Pramuka di sekolah. Budi berusaha untuk dapat mengikuti kegiatan Pramuka tersebut. Tapi karena kondisi keuangan keluarga budi sangat pas-pasan, Budi tidak dapat membeli semua perlengkapan Pramuka yang dibutuhkan untuk kegiatan Jambore yang akan diselenggarakan oleh sekolahnya. Film ini bercerita mengenai perjuangan Budi untuk dapat memenuhi kewajibannya, yang akhirnya membuat iba Bening adiknya yang rela mengorbankan seprai kesayangannya demi dijadikan hasduk untuk Budi, Kakaknya. Dan itulah yang menjadi cerita dasar dalam film hasduk berpola.

Disamping itu juga ada sebuah kisah mengenai Masnun, Kakek Budi dan Bening yang seorang veteran mantan pejuang '45 yang kini hidup sengsara dan terlunta-lunta. Padahal dirinya adalah Pahlawan bagi kemedekaan Indonesia.

Film yang bercerita mengenai Nasionalisme dan Patriotisme di Indonesia memang sangat jarang. Tapi dengan hadirnya Film Hasduk Berpola ini diharapkan dapat menarik kembali minat masyarakat untuk menyaksikan tontonan yang berkualitas serta mendidik.


 ANALISA POSTER :  Sampai saat ini Film Hasduk Berpola sudah mengeluarkan 2 buah poster seperti yang dapat dilihat di atas. Sekilas, dengan hanya melihat sosok seorang anak yang mengenakan seragam cokelat kita dapat langsung menilai bahwa film ini adalah film Keluarga yang mengangkat tema Gerakan Pramuka. Ya, Kita tidak salah kok. Tapi apa arti sebenarnya poster film ini? Menurut aku pribadi sih, Poster ini ingin memperlihatkan Hasduk (Kacu/Dasi Pramuka) yang memiliki pola bergambar Boneka Barbie. Lalu, Kita akan bertanya sendiri "Kok hasduknya bergambar Barbie yaaa? Apa ada yang salah yaaa?" Sehingga kita akan penasaran dan mulai mencari informasi mengenai film Hasduk Berpola ini di Internet. Mulai dari Sinopsis, Sutradara, Pemain hingga Trailernya.



Setelah kita cukup mengerti kita akan mulai mencari-cari teman untuk menyaksikan secara langsung film ini di Bioskop. Cukup pintar yaaa :) Tapi ada yang lebih menarik lagi nih. Mengapa sosok anak Pramuka ini membelakangi kita? Apakah lagi-lagi ingin membuat kita penasaran dengan wajah aslinya? Hmmm... Jangan penasaran mulu aaah! Sosok anak berseragam Pramuka dalam Poster di atas adalah Bangkit Prasetyo yang berperan sebagai Budi. Dan menurut aku dia bukan membelakangi kita, tapi hanya melihat lurus kedepan ke arah masa depan Bangsa Indonesia ini akan berada. Yang juga memiliki arti bahwa masa depan Bangsa Indonesia tergantung generasi mudanya. Kibaran Bendera Indonesia juga dapat berarti janji Bangsa Indonesia yang akan terus menjaga warna Merah - Putihnya tetap berkibar di langit yang biru di Tanah Air kita tercinta.

 PENGALAMAN IKUT PRAMUKA :   Kegiatan Pramuka di SMA ku adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Dari Apel pembukaan, Kegiatan inti, Malam inti hingga Apel penutupan mungkin adalah pengalaman paling luar biasa yang pernah diberikan pada angkatan kami saat itu. 3 Hari 2 Malam di alam terbuka yang tidak akan pernah aku lupakan tentunya. Dibawah ini adalah beberapa foto-foto milik ku pribadi saat KPPP (Kegiatan Pelantikan Pramuka Penegak) di SMA ku sedang berlangsung. Tepatnya di Bumi Pramuka, Cibubur, Jawa Barat.


Kegiatan Pramuka yang paling aku tunggu adalah Api Ungun. Pernah saat itu, aku masih duduk di bangku kelas 1 SMA, ketika Api Unggun dinyalakan aku melihat kelangit  gelap yang bertabur bintang-bintang nan indah dan berguman pada diri ku sendiri "Aku ada di sini, saat ini. Ketika aku dewasa nanti mungkin aku akan mengingat masa-masa itu kembali dan bergumam, Aku pernah ada di sana, saat itu."

Naaah. Sampai di sini saja yaaa review ku mengenai Film : Hasduk Berpola. Jika kalian tidak sabar utnuk dapat segera menyaksikannya. Tenang... Film ini sudah beredar di bioskop kesayangan kalian mulai tanggal 21 Maret 2013. Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai film ini, Silahkan Follow Official Twitter @HasdukBerpola atau Like Fan Page Facebook Film Hasduk Berpola. Cukup sekian dan Terimakasih :)

 INGAT 21 MARET 2013 

Senin, 27 Agustus 2012

Eternal Sunshine of the Spotless Mind [2004]


Salah satu film bergenre Drama - Romatis terbaik yang pernah diperankan oleh aktor komedi Jim Carrey. Film ini  juga miliki genre Sci-Fi yang sangat nyata di jamannya. Taburan bintang Hollywood membuat film ini menjadi sangat lengkap. Tak diragukan lagi bahwa ciri khas Michel Gondry sang Sutradara dapat membuat kita jatuh cinta akan film garapannya yang lain seperti Be Kind Rewind [2008] ataupun The Green Hornet [2010]. Saat ini Eternal Sunshine of the Spotless Mind menempati peringkat ke-74 di Top 250 film dengan rata-rata nilai 8.4/10 yang diberikan secara online oleh 340.557 pengguna situs IMDb.com (Internet Movie Database). Jangan heran, karena setelah selesai menonton film ini kita akan tahu mengapa film ini pantas mendapatkan apresiasi yang cukup besar oleh para pecinta film.

Film ini memiliki alur campuran. Maka dari itu membutuhkan konsentrasi dan mood yang baik bagi para penonton agar dapat mengerti cerita yang ditawarkan.


Film ini diawali dengan monolog oleh pemeran utama Joel Barish (Jim Carrey) yang menunjukan rasa kebingungannya akan situasi yang tengah dia alami saat itu. Lalu berlanjut sampai pertemuan canggung antara Joel Barish dengan Clementine Cruczynski (Kate Winslet) di dalam Kereta listrik di Montauk. Adegan demi adegan dengan alur maju mundur mendatangkan kebingungan yang juga menambah rasa penasaran gw. Tapi di menit ke 30, kita dapat menikmati film ini dengan sangat jelas.

 

Joel dan Clementine adalah pasangan yang masing-masing menjalani prosedur untuk menghapus kenangan diantara mereka. Mereka melakukannya karena hubungan yang mereka jalani menjadi pahit akhir-akhir ini. Namun mereka menyadari bahwa yang mereka lakukan hanyalah mendatangkan kerugian. Karena sepahit apapun keadaan hubungan yang mereka alami hanyalah sebagian kecil dari proses hubungan yang sebenarnya. Joel pun berusaha menghentikan penghapusan kenangan akan Clementine yang dilakukan oleh klinik lacuna. Namun menjadi sulit karena Joel berusaha dalam keadaan tertidur. Klinik Lacuna adalah klinik yang secara khusus menangani permintaan penghapusan kenangan seseorang akan seseorang dengan peralatan canggih yang dioperasikan oleh seorang teknisi yang sudah ahli. Dalam kasus Joel, teknisi yang menanganinya adalah Stan (Mark Ruffalo) dibantu seorang asisten bernama Patrick (Elijah Wood).


Film ini menjadi semakin menarik dengan konflik-konflik antara Mary (Kirsten Dunst) dengan Stan dan Dr. Mierzwiak (Tom Wilkinson).

Film ini juga sering masuk dalam daftar film yang memiliki twist ending terbaik. Walaupun menurut gw endingnya gak twist-twist banget sih hehe. Film yang cerdas untuk kalian yang suka mikir. Film ini juga memiliki pesan moral bagi para pasangan yang sering bertengkar. Coba ingat kembali masa-masa indah yang pernah kalian lalui bersama.

Nilai yang gw berikan untuk film ini adalah 8/10

Salam Sayang,
SeSe

Sabtu, 25 Agustus 2012

The Lucky One [2012]


Film ini menarik apalagi ceritanya diadaptasi dari novel karya Nicholas Charles Sparks. Para pecinta film bergenre Drama - Romance pasti sudah tidak asing lagi donk dengan film-film yang juga diangkat dari novel karya beliau seperti Message in The Bottle (1999), A Walk to Remember (2002), The Notebook (2004), Dear John (2010) ataupun The Last Song (2010) Sepertinya Novelis yang satu ini sudah tahu betul bagaimana membuat hati para wanita terenyuh dengan cerita yang dia tawarkan. Di Indonesia sendiri tidak sedikit film layar lebar ataupun layar perak yang terinspirasi dari cerita-cerita romantis karya Nicholas Sparks. Mungkin karena ciri khas cerita yang sederhana dan mudah dikenang sehingga mudah juga untuk ditiru, ups.




The Lucky One sendiri tidak kalah unik dari film drama lainnya. Bercerita tentang seorang mantan angkatan laut bernama Logan (Zac Efron) yang pergi dari Colorado ke Louisiana untuk mencari seorang wanita yang tidak dia kenali. Logan berpikir bahwa foto Beth (Taylor Schilling) yang dia temukan saat peperangan di Iraq telah menyelamatkan hidupnya. Logan juga berpikir bahwa dirinya ditakdirkan untuk bertemu dengan Beth. Ternyata mencari Beth tidaklah sulit karena Beth memiliki tempat pelatihan anjing di Louisiana. Sayangnya setelah Logan bertemu dengan Beth bukannya langsung mengungkapkan tujuannya malah Beth mengira Logan melamar pekerjaan di tempat pelatihan anjing miliknya. Logan pun malah menutupi tujuannya kepada Beth setelah di terima bekerja oleh Ellie (Blythe Danner) ibu dari Beth.



Beth adalah seorang janda beranak satu. Namun kedekatan Beth dengan Logan ternyata tidak disukai oleh Keith (Jay R. Ferguson) mantan suaminya sehingga Beth khawatir Keith akan menuntut hak asuh pada Ben (Riley Thomas Stewart) putranya. Apalagi keluarga Keith adalah keluarga pengacara yang terpandang. Namun Beth pun sadar bahwa dirinya juga memiliki hak untuk bahagia bersama Logan dan Keith tidak berhak mengusik kehidupannya. Hal inilah yang membuat Keith frustasi dan kehilangan kendali akan usahanya memisahkan Logan dengan Beth. Well, drama sekali ya?

Gw sendiri sih kurang dapat menikmati film ini. Film ini menarik dari cerita tapi gagal menggugah emosi karena terkesan terlalu datar dan tidak memiliki klimaks. Akhir cerita di film ini juga terlalu biasa-biasa saja. Seperti akhir dari film-film drama yang sudah ada. Bukan film yang jelek, tapi kurang menghibur saja. Lokasi syuting indah yang ditampilkan Scott Hicks sang sutradara menjadi nilai tambah untuk film ini.

Nilai dari gw untuk film in 6/10 :D

Salam Sayang,
SeSe

Kamis, 23 Agustus 2012

The Cabin In The Woods [2012]


Ternyata sulit juga menebak keseluruhan isi cerita di dalam film ini tanpa membaca sinopsis-nya terlebih dahulu. Seperti tagline dalam poster di atas "You think you know the story." seperti itulah gw tadinya berpikir. Tapi ternyata film ini tidak seperti film horor - thriller pada umumnya. Jujur aja, gw tertarik melihat posternya yang cukup misterius. Gw juga berharap film pertama yang di sutradarai oleh Drew Goddard ini akan memiliki twist ending yang benar-benar twist






Awalnya kita akan disuguhkan dengan percakapan dua orang laki-laki entah siapa dan langsung dipotong dengan adegan Dana (Kristen Connoly) sedang menyiapkan barang-barang bawaannya kedalam koper dan kelima pemeran pun bermunculan dengan gaya khas karakter dari masing-masing tokoh mulai dari si perawan, si pelacur, si atletik, si sarjana dan si bodoh. Mereka lalu pergi untuk berlibur ke pondok tua kecil yang berada di hutan. Dalam perjalannya, mereka mampir ke sebuah pom bensin kumuh yang sepi dan di sini lah mereka bertemu dengan seorang kakek angkuh yang tadinya gw kira akan menjadi tokoh penting seperti di dalam film House of wax. Tapi ternyata kakek ini hanya memiliki 2 adegan yang tidak terlalu penting.





Cerita dalam film ini berjalan ringan dengan adegan berenang dan minum-minum yang singkat. Hingga di pertengahan film dua orang laki-laki entah siapa itu muncul lagi dan ya, kita akan cepat mengingat film serupa seperti Truman show atau The hunger games. Bedanya mereka bukan masuk ke dalam reality show televisi, walaupun pada awalnya gw berpikir begitu. Pondok yang mereka tempati telah dipasangi oleh banyak sekali kamera yang merekam aksi mereka serta jebakan-jebakan berteknologi canggih yang menyeramkan untuk membunuh mereka satu per satu. Ternyata mereka tengah menjadi tumbal untuk makhluk kuno penguasa bumi dan makhluk itu akan bangkit  jika tidak diberi tumbal berupa darah dari mereka berlima. Organisasi pemberi tumbal ini memiliki banyak cabang diberbagai negara. Tujuannya pun sama.




Menurut gw sih film ini kurang memiliki adegan yang menegangkan untuk menutupi adegan gagal yang seharusnya dapat menyeramkan. Film ini juga memiliki cukup banyak adegan klise yang mudah kita tebak. Contohnya aja ketika Curt (Chris Hermsworth) dan kekasihnya Jules (Anna Hutchison) bercinta di luar kabin, atau ketika Dana (Kristen Connoly) mengarahkan pistolnya ke Marty (Fran Kranz).

Secara keseluruhan film ini gak jelek kok. Tapi gak worth to watch juga sih. Cukup menghibur tapi gak meninggalkan kesan yang berarti setelah selesai nonton filmnya. Harapan gw yang gak kesampaian di film ini sih kepengen liat makhluk mutan yang lain dari yang lain, tapi ternyata kurang variatif sehingga seperti yang gw bilang tadi bentuknya terlihat klise dan tidak dapat kita kenang.

Akhir dalam film ini juga  mengingatkan gw dengan salah satu adegan dalam film Wrath of The Titans. Ada yang sependapat? hehehe


Nilai gw untuk film ini adalah 6/10. Naaah, bagaimana kalau menurut kalian masing-masing?


Salam Sayang,
SeSe

Minggu, 19 Agustus 2012

Selamat Datang di Blog Sefilm-Sehari \(^o^)/


Kenapa namanya Sefilm-Sehari? Oke, gw akan sedikit memberikan penjelasan. Berawal dari hobi gw yang suka banget nonton film, gw mencoba membuat  blog ini. Ya, gw nonton 1 film dalam 1 hari. Bukan karena gw kecanduan loh, tapi karena emang gw gak ada kerjaan hehe. Kadang gw nonton 2 film dalam 1 hari, kadang juga 3 film, tapi gak jarang juga dalam sehari gw gak nonton film sama sekali. Jadi, gw namain Sefilm-Sehari untuk rata-rata film yang gw  tonton hehe :p

Gw gak tahu banyak tentang film. Bagaimana proses awal pembuatan film sampai film siap kita tonton di bioskop, itu bukan keahlian gw sama sekali. Tapi untuk menikmati  fim? Hmmm, semua orang pasti ahli dalam hal itu. Dan gw salah satunya.Di blog ini gw hanya akan memberikan nilai "Menurut gw pribadi" untuk film-film yang sudah selesai gw tonton. Semacam review, informasi, opini dan harapan yang coba gw bagi kepada kalian semua. Kalian juga bisa memberikan opini dan harapan kalian secara bebas dalam kolom komentar. Untuk kalian ketahui, bahwa setiap komentar yang kalian kirim sangat berarti untuk gw, maka gw ucapkan terimakasih banyak sebelumnya :D

Blog ini juga pas banget untuk kalian yang lagi bosan dan bingung mau nonton film apa. Takut DVD yang di beli gak sesuai selera? Atau gak tahu mau beli DVD film apa? Kalian bisa kunjungi blog ini kok :D Kalian juga bisa banget ngobrol tentang film atau kehidupan pribadi kalian  langsung  ke gw. Gw akan dengan senang hati menerima dan membalas setiap email dari kalian :) Tenang, gw gak akan memojokan kalian kok ;)

Harapan gw dengan hadirnya blog ini sih agar para penggemar film di indonesia bisa punya wadah untuk berbagi pengetahuan secara mudah dan menyenangkan serta punya hubungan yang baik dan saling menguntungkan dengan sesama penggemar film yang lain. Semoga bisa tercapai :) amin.

Selamat membaca dan Selamat menonton para penonton Se-Se \(^o^)/
Salam sayang, Se-Se






Kontak yang dapat dihubungi:
Sefilmsehari@yahoo.com
Sefilmsehari@gmail.com
Ira.watirahma@yahoo.com
Phone/ Whatsapp/ iMessage : +62 812 86127997