Film ini menarik apalagi ceritanya diadaptasi dari novel karya Nicholas Charles Sparks. Para pecinta film bergenre Drama - Romance pasti sudah tidak asing lagi donk dengan film-film yang juga diangkat dari novel karya beliau seperti Message in The Bottle (1999), A Walk to Remember (2002), The Notebook (2004), Dear John (2010) ataupun The Last Song (2010) Sepertinya Novelis yang satu ini sudah tahu betul bagaimana membuat hati para wanita terenyuh dengan cerita yang dia tawarkan. Di Indonesia sendiri tidak sedikit film layar lebar ataupun layar perak yang terinspirasi dari cerita-cerita romantis karya Nicholas Sparks. Mungkin karena ciri khas cerita yang sederhana dan mudah dikenang sehingga mudah juga untuk ditiru, ups.
The Lucky One sendiri tidak kalah unik dari film drama lainnya. Bercerita tentang seorang mantan angkatan laut bernama Logan (Zac Efron) yang pergi dari Colorado ke Louisiana untuk mencari seorang wanita yang tidak dia kenali. Logan berpikir bahwa foto Beth (Taylor Schilling) yang dia temukan saat peperangan di Iraq telah menyelamatkan hidupnya. Logan juga berpikir bahwa dirinya ditakdirkan untuk bertemu dengan Beth. Ternyata mencari Beth tidaklah sulit karena Beth memiliki tempat pelatihan anjing di Louisiana. Sayangnya setelah Logan bertemu dengan Beth bukannya langsung mengungkapkan tujuannya malah Beth mengira Logan melamar pekerjaan di tempat pelatihan anjing miliknya. Logan pun malah menutupi tujuannya kepada Beth setelah di terima bekerja oleh Ellie (Blythe Danner) ibu dari Beth.
Beth adalah seorang janda beranak satu. Namun kedekatan Beth dengan Logan ternyata tidak disukai oleh Keith (Jay R. Ferguson) mantan suaminya sehingga Beth khawatir Keith akan menuntut hak asuh pada Ben (Riley Thomas Stewart) putranya. Apalagi keluarga Keith adalah keluarga pengacara yang terpandang. Namun Beth pun sadar bahwa dirinya juga memiliki hak untuk bahagia bersama Logan dan Keith tidak berhak mengusik kehidupannya. Hal inilah yang membuat Keith frustasi dan kehilangan kendali akan usahanya memisahkan Logan dengan Beth. Well, drama sekali ya?
Gw sendiri sih kurang dapat menikmati film ini. Film ini menarik dari cerita tapi gagal menggugah emosi karena terkesan terlalu datar dan tidak memiliki klimaks. Akhir cerita di film ini juga terlalu biasa-biasa saja. Seperti akhir dari film-film drama yang sudah ada. Bukan film yang jelek, tapi kurang menghibur saja. Lokasi syuting indah yang ditampilkan Scott Hicks sang sutradara menjadi nilai tambah untuk film ini.
Nilai dari gw untuk film in 6/10 :D
Salam Sayang,
SeSe






Tidak ada komentar:
Posting Komentar